dakwah
Photobucket
.....SELAMAT DATANG DI KAMPUS STKIP-PGRI KOTA LUBUKLINGGAU........ I'm Proud TO BE A Young MuslimMENUJU KAMPUS MADANI...

Selasa, 11 Januari 2011

Idealisme Kami

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa
mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.
Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,
kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka
jika memang itu harga yang harus dibayar.
Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami, dan
mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.
Betapa berat rasa di hati kami menyaksikan bencana
 yang mencabik-cabik bangsa ini
sementara kita hanya menyerah pada
kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.
Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa
kami membawa misi yang bersih dan suci,
bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih
Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah – Pencipta Alam semesta
(Sumber : Risalah Management Dakwah Kampus FSLDK Indonesia)

The Journey of Syifa


-The Journey of Syifa

Oleh : Iis Apri Yuliyanti


MENTARI menanjak hingga sepertiga putrannya. Rona cerahnyan kian merekah dengan senyum terelok yang ia lukiskan pagi ini. Ai!, hari ini teramat indah rasanya. Alampun melantukan dzikirnya, menambah betapa sempurnanya keindahan yang Allah ciptakan hari ini. Tapi,entah mengapa kabut kian menyelimuti paras Syifa (gadis tomboy yang kerap disapa ifa) beberapa hari ini. Alam seolah tak mendukung suasana hatinya. Apakah gerangan yang mengganggu fikirannya?. Sebagai seorang sahabat Lulu kian cemas atas apa yang ia lihat pada karibnya itu. Ingin rasanya ia membantu, tapi, ia sama sekali tak mengetahui apa penyebabnya. Pun ketika ditanya, tak satu alasanpun terontar dari bibir Ifa.
Dalam kehidupan ini, pastiah ada sebab musababnya. Semua tak terlepas dari peran sebab dan akibat, dari kata “mengapa” dan juga “karena”. Ya, kesemua itu pastilah ada keterkaitan satu dengan yang lainnya, semuanya pastilah ada alasannya. Begitupun yang terjadi pada Ifa, pasti ada alasan mengapa ia berubah. Kini tak tampak lagi keceriaan dan tingkah konyol yang kerap ia lakukan. tak dilihat lagi oleh Lulu, gadis tomboy yang penuh semangat. Semua tak lagi bisa dilihat dari sikap Ifa. Semuanya begitu Lulu rindukan.
***
“EH!, Ifa  jadi CEWEK !!!” seru salah seorang siswa yang tiba-tiba berlari ke dalam kelas. Mendengar berita itu, seluruh siswa tampak tak percaya. Pun Lulu, “tidak mungkin ifa merubah penampilannya tanpa berdiskusi padaku terlebih dahulu, bukankah aku sahabat karibnya.”

Coment FB

Yang Populer